Learning English and Bahasa Indonesia

Teknik Menghindari Plagiat


Sebelum membahas poin inti artikel berikut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang plagiat dan aspek-aspek yang terkait dengannya.

Pengertian Plagiat

Plagiat merupakan kata benda yang maknanya merujuk kepada pengambilan karangan; baik berupa pendapat, tulisan, karya seni, dan lain sebagainya, dan menjadikannya seolah-olah sebagai karangan sendiri. Secara singkat, plagiat berarti mengklaim karya milik orang lain sebagai karya sendiri.

Selain itu, terkait plagiat dalam lingkup perguruan tinggi, peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia dalam UU nomor 17 tahun 2010 Pasal 1 Poin a mendefinisikan plagiat sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain dan mengakui sebagai miliknya tanpa menyatakan sumber yang memadai.

Hukum Plagiat

Aktivitas penjiplakan karya milik orang lain ini diatur dalam undang-undang/peraturan keperdataan masing-masing: Pasal 529 KUH Perdataan, pasal 548 KUHPer, pasal 557 KUHPer, pasal 570 KUHPer, pasal 572 KUHPer, pasal 584 KUHPer, dan pasal 612 KUHPer. Selain itu, plagiat juga diatur dalam perundang-undangan nomor 19 tahun 2002 tentang karya cipta yang masing-masing pada: Pasal 2 ayat 1, pasal 3 ayat 1 dan ayat 2, pasal 12, pasal 15, dan pasal 26 ayat 1.

Adapun sanksi dan hukuman terkait plagiat antara lain: Pencabutan gelar (diatur dalam pasal 25 ayat 2) dan kurungan maksimal 2 tahun dan/atau denda maksimal Rp. 200 juta (Pasal 70) untuk kegiatan plagiat yang digunakan untuk memperoleh gelar akademik, vokasi, dan/atau profesi.

Terkait peraturan tentang plagiat dalam lingkup perguruan tinggi, UU nomor 17 tahun 2010 Pasal 12 menyatakan bahwa sanksi untuk para pelaku plagiat antara lain:
  1. Teuran;
  2. Peringatan tertulis;
  3. Penundaan sebagian hak sebagai mahasiswa;
  4.  Pembatalan nilai;
  5. Pemberhentian secara hormat;
  6. Pemberhentian secara tidak hormat; dan yang terakhir
  7. Pembatalan ijazah (apabila telah lulus).
Menimbang poin-poin yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan plagiat sangatlah merugikan pihak penjiplak. Pertama, kegiatan atau aktivitas ini secara tidak langsung berarti sebuah pembodohan terhadap diri sendiri; kedua, kegiatan atau aktivitas ini berarti melanggar hukum yang tentunya akan disertai sanksi.

Untuk menghindari karya Anda dimasukkan kedalam karya yang mengandung unsur plagiarisme, upayakan agar hasil tulisan Anda tidak menyerupai hasil karya orang lain setidak-tidaknya dengan persentase 70% (70 persen). Kemiripan diatas 70% tidak dapat ditoleransi. Ada baiknya jika Anda benar-benar mengupayakan selesainya atau terciptanya karya Anda dengan upaya-upaya sendiri. Ingat, jangan pernah ambil resiko untuk hal yang satu ini.

Meskipun ada kalanya kita tertarik dan ingin meneliti suatu fenomena yang telah diteliti oleh orang lain sebelumnya, upayakan agar Anda menggunakan variabel berbeda. Bisa dengan memodifikasi variabel (dengan menambah variabel), mengambil populasi dan sampel yang berbeda dengan jumlah yang berbeda pula, dan dengan menggunakan desain penelitian yang berbeda.

Menghindari Plagiarisme

Berikut dijelaskan beberapa teknik yang ampuh untuk menghindari plagiarisme atau plagiat. Terkadang dalam menciptakan sebuah karya ilmiah memang terdapat beberapa variabel yang mirip dengan karya orang lain. Jika kebetulan ketertarikan Anda sama dengan penelitian sebelumnya, dan interest Anda berada pada bidang atau ranah tersebut, maka tidak ada salahnya Anda menerapkan beberapa tips dibawah ini.

Paraphrasing

Paraphrasing dapat dilakukan dengan beberapa teknik. Diantaranya adalah:

Sinonim

Penguasaan perbendaharaan kata sangat dibutuhkan dalam melakukan paraphrase. Dalam hal ini, seseorang dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang sinonim dari kata-kata tertentu. Penggunaan sinonim dapat sangat berarti dan berguna untuk kata kerja (verb) dan kata benda (noun).

Kalimat Aktif - Pasif

Penggunaan kalimat aktif dan pasif juga sangat ampuh dalam menghindari plagiat. Berikut contoh kalimat aktif dan kalimat pasif:
Plagiarism is an act which involves both stealing someone else's work and lying about it afterward. 

Plagiarism is an activity where someone's creation is taken then report the untrue about it afterward

Kutipan Langsing dan Kutipan Tidak Langsung

Teknik mengutip juga wajib untuk dikuasai. Teknik mengutip pendapat orang lain atau hasil penelitian orang lain dapat dilakukan dengan mengubah kutipan langsung menjadi kutipan tidak langsung, atau sebaliknya; yaitu mengubah kutipan tidak langsung menjadi kutipan langsung.